maria.jurney

  • https://chajoviees.blogspot.com/

Rabu, 04 Maret 2026

Gerbang Logika

 Mengenal Gerbang Logika Bersama-Sama

Haloo, teman-teman semuanya, ada yang tau ga apa itu gerbang logika?. Bagi yang belum tau sini sini mendekat, karna kaliini aku akan menjellaskan tentang sejarah, conton-contoh, dan juga aku akan berikan visualnya ke kalian agar kalian lebih mengerti tentang gerbang logika.


Konsep dasar gerbang logika berasal dari teori logika Boolean yang dikembangkan oleh matematikawan Inggris George Boole pada abad ke-19. Ia memperkenalkan sistem aljabar yang menggunakan dua nilai utama, yaitu benar (1) dan salah (0), untuk menggambarkan proses penalaran secara matematis. Teori ini kemudian menjadi dasar penting dalam perkembangan elektronika digital. Seiring berkembangnya teknologi, konsep tersebut diterapkan dalam bentuk rangkaian elektronik yang disebut gerbang logika, yang digunakan untuk memproses data pada komputer, kalkulator, dan berbagai perangkat digital lainnya.


Gerbang logika merupakan komponen dasar dalam sistem elektronika digital yang berfungsi untuk mengolah sinyal biner, yaitu 0 dan 1. Gerbang logika bekerja berdasarkan aturan logika Boolean yang diperkenalkan oleh George Boole. Setiap gerbang logika memiliki fungsi tertentu dalam memproses input menjadi output sesuai dengan aturan logika yang berlaku. Beberapa jenis gerbang logika yang umum digunakan antara lain AND, OR, NOT, NAND, NOR, XOR, dan XNOR. Gerbang-gerbang ini menjadi dasar dalam pembuatan rangkaian digital yang digunakan pada komputer, smartphone, dan berbagai perangkat elektronik modern.


Nah itu adalah sejarah dari gerbang logika, jadi gerbang logika ini sudah di temukan pada abad ke-19 loh, udah lama kann. Sekarang aku akan menjelaskan apa itu gerbang logika. Gerbang logika adalah penyusun elektronika digital yang setiap cara kerja rangkaian pada gerbang logika menggunakan prinsip aljabar Boolean. Pada dasarnya dalam ilmu elektronik, suatu masukan dan keluaran dibangun oleh yang namanya voltase atau arus. Voltase ini biasanya dihubungkan dengan sakelar.

Oleh karena itu, gerbang logika bisa dikatakan sebagai bermacam-macam sakelar yang mengimplementasikan aljabar Boolean pada sistem elektronik. Dengan adanya sakelar, maka barang-barang elektronik tertentu bisa digunakan dengan semestinya. Hal ini dikarenakan operasi logis pada satu atau lebih masukan logis akan menghasilkan keluaran logika soliter.


Gerbang logika memiliki beberapa jenis dengan fungsi yang berbeda dalam sistem digital. Contohnya adalah gerbang AND, yang hanya menghasilkan output 1 jika semua input bernilai 1. Gerbang ini sering digunakan pada sistem keamanan, misalnya pintu otomatis yang hanya terbuka jika dua syarat terpenuhi, seperti kartu akses dan kode yang benar. Contoh lainnya adalah gerbang OR, yang menghasilkan output 1 jika salah satu input bernilai 1, seperti pada sistem alarm yang akan aktif jika salah satu sensor mendeteksi bahaya. Selain itu terdapat gerbang NOT, yang berfungsi membalikkan nilai input, yaitu jika input 1 maka output menjadi 0, dan sebaliknya. Gerbang ini sering digunakan pada rangkaian pengendali untuk membalikkan sinyal dalam sistem elektronik. Semua gerbang logika tersebut bekerja berdasarkan konsep logika Boolean yang dikembangkan oleh George Boole, dan menjadi dasar dalam pembuatan berbagai perangkat digital seperti komputer, kalkulator, dan smartphone.

 

 

 

 

Kamis, 26 Februari 2026

Memasak Mie Kangkung ala Ku & Filia

 Resep Memasak Mie Kangkung Belacan

Alat-alat

  • Pisau

  • Talenan

  • Wajan

  • Spatula

  • Blender / ulekan

  • Sendok

  • Piring saji

  • Tempat plating

  • Kompor

Bahan-bahan

Bahan Utama

  • 2 porsi mie kuning (±200 gram)

  • 1 ikat kangkung, siangi (±150 gram)

  • 1 butir telur

  • 100 gram udang, kupas

  • 5 buah bakso ikan, iris

  • 50 gram tauge

Bumbu Halus

  • 3 siung bawang putih

  • 4 siung bawang merah

  • 2 buah cabai keriting merah

  • 3 buah cabai rawit (sesuai selera pedas)

  • 2 butir kemiri

  • 1 sdt terasi (belacan), bakar sebentar

Bumbu Tambahan

  • 1 sdm kecap manis

  • 1 sdm saus tiram

  • 1 sdt saus cabai (opsional)

  • ½ sdt garam

  • ½ sdt penyedap rasa (opsional)

  • 100 ml air

  • 3 sdm minyak goreng

Cara Memasak

  1. Rebus mie kuning hingga matang, tiriskan, lalu sisihkan.

  2. Haluskan bumbu (bawang putih, bawang merah, cabai, kemiri, dan terasi).

  3. Panaskan minyak di wajan, lalu tumis bumbu halus hingga harum.

  4. Masukkan udang dan bakso ikan, masak hingga udang berubah warna.

  5. Geser bahan ke pinggir wajan, lalu masukkan telur, orak-arik hingga matang.

  6. Masukkan mie kuning, aduk rata dengan bumbu.

  7. Tambahkan kangkung dan tauge, aduk cepat agar tetap hijau segar.

  8. Masukkan kecap manis, saus tiram, saus cabai, garam, penyedap, dan air.

  9. Aduk rata dan masak ±2–3 menit hingga bumbu meresap.

  10. Angkat dan sajikan selagi hangat.

Cara Menyajikan

Sajikan mie kangkung belacan di piring saji. Hidangan ini paling nikmat disantap selagi panas, dengan aroma belacan yang khas dan rasa gurih pedas yang menggugah selera.

KangkungKu & Kangkung Filia




 Merawat Kangkung, Merawat Bumi: Sebuah Refleksi Iman Katolik

1. Pendahuluan

Kangkung bukanlah tanaman yang asing dalam hidup saya. Sayur ini sering hadir di meja makan keluarga kami sederhana, hijau, dan mudah diolah. Itulah alasan saya memilih kangkung sebagai tanaman dalam proyek ini. Selain cepat tumbuh dan mudah dirawat, kangkung bagi saya adalah simbol ketahanan: tumbuhan kecil yang mampu bertahan di berbagai kondisi.

Saat memulai proyek ini, harapan saya sederhana namun penuh makna, yaitu dapat menikmati sayuran yang tumbuh dari tangan saya sendiri. Ada kebanggaan kecil yang saya bayangkan: memetik hasil kerja, bukan membeli.

Proyek ini juga saya jalani sebagai bagian dari pembelajaran iman Katolik. Melalui merawat tanaman kecil, saya belajar untuk menghargai ciptaan Tuhan yang sering kali kita anggap remeh. Dari sebutir benih, Tuhan menyimpan kehidupan yang besar.

2. Proses Menanam (Dokumentasi Naratif & Visual)

Hari Pertama


Hari itu saya menyiapkan pot dan tatakan dari rumah.Untuk tanah,benih,dan pupuk saya membeli dari Pa Sigit. Tanah yang saya gunakan terasa gembur, dicampur dengan kompos agar lebih subur. Benih kangkung tampak sangat kecil di telapak tangan saya, hampir tak berarti jika dilihat sekilas. Dengan hati-hati, saya menaburkannya ke tanah, lalu menutupnya perlahan.

Refleksi:
Benih ini terlihat rapuh dan tak berdaya. Namun saya percaya, di dalamnya Tuhan telah menyimpan kehidupan yang menunggu waktu untuk tumbuh.

Masa Menunggu dan Perawatan Awal

Setiap pagi, saya menyiram tanah dan mengamatinya. Ada rasa cemas bercampur harap. Hari demi hari berlalu, hingga akhirnya tunas hijau kecil muncul dari permukaan tanah. Melihatnya, hati saya dipenuhi rasa syukur dan kegembiraan.

Refleksi:
Saya belajar bahwa pertumbuhan tidak bisa dipaksa. Kesabaran adalah kunci untuk melihat keajaiban kecil terjadi.

Masa Pemeliharaan

Kangkung semakin tinggi, daunnya semakin lebar dan hijau. Saya memastikan tanaman mendapat cukup sinar matahari dan air. Setiap hari adalah pengulangan, namun di situlah maknanya.

Refleksi:
Merawat bukan hanya soal memulai, tetapi tentang kesetiaan untuk terus menjaga.

3. Tantangan dan Hambatan yang Dialami


Suatu hari, saya mendapati tanaman kangkung saya rusak. Karena tanaman kangkung

saya berjamur mungkin karena kebanyakan air yang tersimpan di dalam tanahnya. Itu terjadi karena banyak disiram oleh seseorang.

Namun setelah menenangkan diri, saya mencoba melihatnya dengan hati yang lebih jernih. Mungkin orang yang melakukannya tidak sengaja. Dalam iman Katolik, Yesus mengajarkan tentang pengampunan.

Saya pun memperbaiki tanaman yang masih bisa diselamatkan dan memindahkan pot ke tempat yang lebih aman. Saya juga menyampaikan dengan baik kepada orang sekitar bahwa tanaman tersebut adalah proyek sekolah yang penting bagi saya.

Pelajaran:
Saya belajar bahwa merawat juga berarti melindungi, dan terkadang kita harus berani memulai kembali dengan hati yang lapang.

4. Pelajaran Hidup yang Diambil

Pertama, saya belajar bahwa kesabaran adalah fondasi hidup.
Kedua, komitmen pada hal kecil menyiram setiap hari melatih disiplin.
Ketiga, ketahanan hidup: kangkung tetap tumbuh meski sempat rusak.
Keempat, hubungan simbiosis: saya membutuhkan tanaman untuk belajar, dan tanaman membutuhkan saya untuk hidup.

5. Refleksi Iman Katolik

Dalam Kitab Kejadian (Kej. 1:12), dikatakan bahwa Allah menciptakan tumbuh-tumbuhan dan melihat bahwa semuanya itu baik. Benih, tanah, air, dan matahari adalah anugerah Tuhan yang diberikan cuma-cuma.

Yesus juga mengajarkan tentang benih yang tumbuh dengan sendirinya (Markus 4:26–29). Begitu pula iman saya ia bertumbuh pelan-pelan, dalam proses yang sering tidak saya sadari, namun dikerjakan oleh Tuhan.

Sebagai manusia, kita dipanggil untuk menjaga ciptaan Tuhan (Kej. 2:15). Merawat satu pot kangkung adalah langkah kecil untuk tanggung jawab yang lebih besar terhadap bumi.

6.Doa Syukur

Tuhan yang Maha Baik,
terima kasih atas benih kecil yang Kau titipkan kepada kami.
Melalui proses menanam dan merawat kangkung,
Engkau mengajarkan kami tentang kesabaran, tanggung jawab, dan rasa syukur.

Terima kasih atas tanah, air, dan matahari
yang memungkinkan tanaman ini tumbuh dengan baik.
Bimbinglah kami agar selalu menghargai ciptaan-Mu
dan setia menjaga bumi, dimulai dari hal-hal kecil di sekitar kami.

Amin.

Selasa, 13 Januari 2026

2025

 Evaluasiku

Tahun 2025 menjadi tahun yang penuh berbagai macam pengalaman yang baru bagi saya, Selama 1 tahun ini aku melewati banyak hal mulai dari hal yang menyenangkan bersama teman dan keluarga ku bahkan banyak hal sulit yang sudah ku lewati. Melalui evaluasi ini aku dapat mengetahui apa saja hal yang sudah berjalan dengan baik dan hal yang belum berjalan dengan baik. Serta dari kegagalan tersebut aku dapat banyak belajar dan bisa menghindari kegagalan tersebut, Danjuga sebagai bahan kita untuk berkembang di tahun berikutnya.

Pada tahun 2025 aku mendapatkan beberapa pencapaian yang sudah aku usahakan selama 1 tahun itu, seperti mendapatkan nilai yang aku inginkan, bisa lebih percaya diri untunk berbicara di depan umum, bisa mengikuti lomba paduan suara tingkat SMP seKota Bandung, dan meraih juara 2, dan bersiakap sopan pada teman, guru dan keluarga. Aku juga menabung untuk membeli beberapa barang yang aku inginkan. 

 
Lalu di 2025 yang lalu aku mendapatkan beberapa hal positif dan negatif. Hal positif yang aku dapatkan adalah, aku jadi suka belajar mandiri di rumah, meluangkan waktu-waktuku untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Aku juga bisa mengembangkan suara ku dengan mengikuti tugas koor pada misa mingguan dan bisa mengikuti beberapa lomba, dan dari lomba lomba tersebut sekolah ku meraih juara 2. 

Namun dari hal hal positif tersebut pastinya juga ada hal negatif yang ada, seperti ketergantugan pada hp yang membuat sering lupa waktu dan kurangnya dalam belajar, dan mudah terpengaruh oleh notifikasi game atau tiktok yang membuat nilai kadang anjlok kadang bagus membuat nilai naik turun. Terkadang aku juga suka begadang hanya untuk menonton flim membuat aku lupa waktu.

 Di 2025 ini juga banyak hal hal yang tidak tercapai, atau tidak sesuai ekspetasi aku, seperti, aku ingin mendapatkan nilai rapot 90 ketas nyatanya rata rata nilai ku 84. Terkadang aku sedih karena tujuan utama ku ialah mendapatkan nilai 90 keatas, namun untungnya nilai rata rata kelas 9 aku meningkat di bandingkan kelas 8 dan ini membuat aku senang, berarti aku sudah menunjukan peningkatan dari kelas 8 ke kelas 9. 

Aku juga memiliki beberapa rencana di 2026 ini, aku ingin membeli hp baru dengan uang ku sendiri yang di tabung darai hasil uang jajan aku. Aku melakukan ini untuk melatih aku di kedepan harinya untuk mengatur atau menglola keuangan. lalu capaian yang ingin aku capai di 2026 ini adalah mendapatkan nilai 85 keatas untuk semua mata pelajaran, dan aku juga ingin mendpatkan nilai rata rata di atas 84.

Sebagai penutup evaluasi di tahun 2025 ini, hal positif yang sudah aku dapat bisa dikembangkan lagi di 2026 dan hal negatif yang aku dapat bisa aku hindari dan bisa menjadi pembelajaran di tahun 2026. Dengan adanya evaluasi ini semoga harapan ku dapat terwujud dengan tujuan yang ingin kami capai. 

 


Selasa, 25 November 2025

Saint Mary's Way

 Singing In The Joy Of Service

On this occasion, I want to share an extraordinary experience I had a few months ago, which was the Saint Mary’s Way activity. This activity is an annual program organized by our school, SMP Santa Maria Bandung. In this event, I had the opportunity to contribute as a member of the choir at the Catholic Church. I didn’t carry out this task alone, but together with eight other friends who were also part of the school choir. Together, we carried out our service to God and the school with enthusiasm, cooperation, and sincere hearts.

‎This choir activity took place on September 28, 2025, and October 5, 2025. On those two dates, my friends and I served at two different churches, namely Kemuning Church and Melania Church. We were assigned to assist the school choir in providing liturgical services and support the Mass by singing praise songs. In addition to serving with joy, this activity also became one of the requirements to complete the Saint Mary’s Way program, which we had to undergo as part of our school learning assignments.

‎At that time, the Mass was led by Pastor Hadi. Before the Mass began, at 6:30 AM we had already arrived at the church and started practicing singing in the Kemuning Church hall. The practice continued until around 7:15 AM. While walking towards the church hall, I saw so many people who had already arrived. The sight made me feel a little scared and nervous thinking about the many eyes that would watch our performance. However, I tried to calm myself and reassure my heart that everything would go smoothly.

‎When the mass began, we started singing the opening song titled “Brother, All of Mary.” The atmosphere in the church felt solemn and calm. After that, we continued by singing the mass ordinary songs. During the offering, we sang the song “Accept It in Your Heart.” Then, the mass concluded with the closing song titled “What You Have Done for My Brother.” While singing, the nervousness that had appeared gradually disappeared. I heard melodious voices from my friends that made the atmosphere beautiful and peaceful. Hearing the harmony of those voices made me feel calmer and confident that I could carry out this task well.

‎After finishing our duties at Kemuning Church and Melania Church, my friends and I continued with our next task, which was making a presentation using Canva. This presentation contained our experiences while participating in the Saint Mary’s Way activities, from preparation, practice, the implementation process, to our impressions and messages. What made this activity even more interesting was that we had to present the Canva to the parents who attended the Saint Mary’s Way event. Honestly, this part became one of the biggest challenges for me. I felt scared speaking in front of a crowd, especially having to explain our experiences clearly and confidently. Nervousness crept in again, but I tried to stay calm and do my best.

‎Although I was initially scared, in the end, I am grateful because I was able to go through the entire process well. Participating in the Saint Mary’s Way activities taught me many important lessons. I felt very happy and proud to be able to participate in the choir of the Holy Cross Church Kemuning and Melania Church. It truly felt joyful to sing together with friends to praise God and to serve with a sincere heart. Every rehearsal, every song we sang, and every moment of togetherness made me feel closer to God. Moreover, this activity also strengthened the bond between me and my friends. We learned to support each other, encourage each other, and work together to give our best.

‎The Saint Mary’s Way activity was a valuable experience full of joy and meaning. I feel very blessed to have been given the opportunity to serve while also learning new things. I am confident that this experience will always be remembered as one of the memorable moments in my life. Through this activity, I learned that service is not just about singing, but about giving your best from the heart, sharing happiness, and strengthening the values of togetherness, humility, and voluntarism. I hope that one day I can participate in activities like this again and continue to serve with love and sincerity.


Senin, 24 November 2025

Saint Mary's Way

 Ketika Suara Menjadi Doa

 Pada pagi hari itu alaram yang ku pasang mulai berbunyi nyaring memasuki telinga ku. Aku berusaha bangun dengan mata yang masih berat, di luar langit masih samar samar, udara terasa sangat dingin membuat enggan bangun dari tempat tidur ku. Aku bertanya pada diriku sendiri "apakah aku bisa melayani Tuhan dengan baik hariini?". Aku merasa ragu-ragu namun aku teringat sebuah kutipan yang selalu menguatkanku: ‘When you sing, you pray twice.’ Kutipan itu membuat ku teringat kembali bahwa setiap nada yang ku keluar itu bukan sekedar suara saja tetapi doa yang ku persembahkan untuk Tuhan.  

SEE 

  Seteleh bersiap aku pergi menggunakan mobil bersama keluarga ku. Setibanya di Gereja aku melangkahkan masuk kedalam gereja yang masih di penuhi aroma kayu lembab dan cahaya matahari yang masuk melalui jendela kaca Gereja. Suasana di tempat itu begitu tenang, saat aku berjalan menuju tangga tempat aku melayani Tuhan, aku melihat para anggota lain sedang mempersiapkan diri, ada yang sedang memeriksa partitur, dan ada beberapa yang sedang berlatih mengambil nada, ada juga yang sedang berdoa sambil melipatkan tanggan di atas dada. Di tengah keheningan itu aku merasa sebuah perasaan takut dan binggung, seolah suara yang akan kita nyanyikan akan bergema di hati ku, menunggu untuk dihidupkan bersama. Di langit-langit gereja, pantulan cahaya menciptakan kilau lembut, seakan menegaskan bahwa pelayanan ini bukan sekadar menyanyi, melainkan doa yang menghadirkan sesuatu yang suci bagi seluruh umat. 

JUDGE 

‎Dalam suatu suasana tenang itu, aku teringat teladan Bunda Maria sosok yang selalu menghadirkan kesetiaan, ketulusan, dan kerendahan hati dalam setiap jalan langkahnya. Dari pelayanan koor ini aku belajar banyak bahwa saat kita melayani Tuhan bukan hanya perkara teknik kita bernyanyi,bagus kah suara kita?, namun pelayanan ini mengajarkan kita untuk memberikan diri secara total, sebagai mana Bunda Maria memberikan hatinya secara total hatinya untuk menjalankan kehendah Allah. Ketika kami menyatukan suara kami di dalam suatu harmoni, aku menyadari bahwa pelayanan yang aku jalani ini memiliki nilai kesabaran, pengendalian diri, dan pengorbanan yang sering kali tidak terlihat oleh orang lain. Saat selesai melayani Tuhan dengan suara ku aku merasa kerinduan untuk kembali melayani Tuhan dengan suara ku.

ACT 

‎Dari pengalaman aku saat bertugas koor di gereja, aku ingin meneguhkan sebuah komitmen pribadi untuk diriku sendiri: bahwa setiap kali aku melayani tugas dalam koor sekolah, aku akan menghadirkan seluruh hatiku, bukan hanya suaraku saja. aku berjanji untuk terus melayani Tuhan dengan sepenuh hati dengan cara terus mengembangkan diri dengan terus berlatih dengan rajin dan sepenuh hati, dan melayani Tuhan dengan rendah hati. Agar setiap suara yang aku keluar dari mulut kecil ku akan menjadi doa yang baik bagi kehidupan ku dan kehidupan umat-umat ke depannya. Aku juga ingin lebih peka terhadap sesama anggota-anggota koor, menciptakan suasana yang saling mendukung satu sama lain, karena harmoni tidak hanya lahir dari suara yang kita keluarkan dari mulut kita, tetapi juga dari hati yang bersatu padu dalam sebuah kehangatan. Dengan meneladani kelembutan dan keberanian Bunda Maria, aku ingin lebih melangkah dengan keyakinan penuh bahwa pelayanan kecil ku ini dapat menjadi saluran kasih Tuhan, sekecil apa pun bentuknya itu.

‎Pada akhirnya, perjalanan dalam pelayanan koor selalu membawa aku kembali pada satu kesadaran sederhana bahwa setiap langkah kecil yang kuambil menuju altar, setiap nada yang kuhembuskan bersama teman-teman sepelayanan, dan setiap getaran suara yang memenuhi ruang gereja, adalah bagian dari kisah yang jauh lebih besar daripada diriku sendiri. Dalam denting harmoni yang tercipta, aku belajar bahwa melayani bukanlah tentang kesempurnaan suara atau keberanian tampil di depan jemaat, melainkan tentang hati yang tulus dan bersedia dibentuk oleh kasih Tuhan, setulus apa pun bentuknya.

‎Ada kalanya aku merasa tidak cukup baik, tidak cukup kuat, atau tidak cukup yakin untuk berdiri di sana dan bernyanyi bersama teman-temanku. Namun, justru di situlah aku merasakan bahwa Tuhan selalu hadir dalam diam, lembut, tetapi menguatkan diri ku yang penuh keraguan ini. Ia menyentuh hati kecil ku melalui senyum kecil teman-teman koor ku, melalui alunan piano yang membuka latihan, atau melalui bisikan doa di tengah keheningan sebelum misa dimulai. Setiap detail itu seperti undangan untuk tetap setia, untuk tetap hadir, dan untuk mempersembahkan diriku apa adanya.

‎Dan ketika aku mencoba meneladani Bunda Maria dengan kesederhanaannya, kerelaannya, dan keberaniannya untuk menjawab panggilan Tuhan. dari situ aku menyadari bahwa pelayanan ini juga adalah bentuk kecil yang kita lakukan. ‎Maka, dengan segala keterbatasanku, aku ingin tetap berjalan di jalan ini. Sebab pada akhirnya, melayani berarti mempersembahkan diri apa adanya, seutuhnya kepada Dia yang lebih dulu mengasihi. Dan biarlah setiap nada yang kupersembahkan menjadi bisikan syukur, tanda kecil bahwa aku ingin selalu berada dalam rencana-Nya yang besar.

Rabu, 19 November 2025

 Saint Mary's Way

 Selamat pagi/siang/malam teman teman. Pada kesempatan kali ini aku akan menceritakan kegiatan yang aku lakukan beberapa bulan yang lalu. Kegiatan ini bernama Saint Mary's Way, kegiatan ini adalah kegiatan yang di selenggarakan oleh sekolah SMP Santa Maria Bandung. Di kegitan ini saya berkontribusi dalam melakuakn tuga koor atau yang biasa di sebut paduan suara di Gereja Katoloik. Dalam kegiatan Saint Mary's Way ini bukan hanya aku yang bertugas Koor tapi ada 8 lainnya yaitu teman teman ku.

Pada tanggal 28 september  2025 dan 5 oktober 2025, aku dan teman-teman ku melalukan tugas koor di gereja kemuning dan di gereja melania. Kami melakukan tugas koor di gerja untuk membantu koor sekolah SMP Santa Maria dan melakukan pelayanan kepada Tuhan dengan menyanyika lagu-lagu pujian di Greja Kemuning dengan tulus dan bisa membangun nilai-nilai lebersamaan, sukarelaan dan rendah hati. Selain itu kami juga memiliki tujuan khusus yaitu untuk menyelesaikan tugas Saint Mary's Way.

Saat kami bertugas Misa tersebut di pim[in oleh pastor Hadi. Sebelum memulai misa pada jam 06.30 kami berlatih bernyanyi di aula gereja kemuning  sampai 07.15. Saat kami berjalan ke sana saya melihat banyak sekali orang yang membuat sedikit takut dan gugup, namun aku berusaha menenangkan diri dan akhirnya bersiap-siap. Setelah itu kami mulai bernyayi dari lagu pembuka yang berjudul "Saudara, Maria Semua" lalu di lanjut dengan lagu ordinatarium dan lagu persembahanya yang berjudul " Terimalah Dihatimu", lalu di akhiri dengan lagu penutup yang berjudul "Yang Kau Perbuat Bagi Soudara ku. Saat kami menyanikan lagu lagu tersebut aku mendengar suara suara merdu, yang membuat rasa takutku yang tadi datang, bisa hilang dari pikiran ku dan aku menjadi tenang saat bernyanyi.

Setelah kami bertugas koor di gerja Kemuning dan Gereja Melania Saya dan teman teman saya membuat canva yang berisikan pengalam kami dan hal hal yang akan kami presentasikan. Tapi ada salah satu hal yanfg menarik dalam kegiatan Saint Mary's Way ini, kami di suruh untuk mempresentasikan canva yang sudah saya dan temen-teman saya bikin. Namun kami mempresentasikannya di depan para orang tua kami yang hadir dan datang dalam acara Saint Mary's Way. Bagiku ini sebuah tantangan yang cukup menakutkan, karna aku takut salah saat berbicara. 

Pengalam saya dalam melakukan kegiatan Saint Mary's Way ini saya sangat senang dan bersyukur bisa berpartisifasi dalam koor Gereja  di Salib Suci  Kemuning. Rasanya begitu bahagia bisa bernyanyi bersama teman-teman untuk memuji Tuhan dan Melayani dengan hati yang tulus. Setiap latihan dan pelayanan membuat saya merasa lebih dekat dengan Tuhan serta menambah kekompakan dan kebersamaa kami. Kagiatan ini menjadi pengalam berharga yang penuh sukacita dan akan selalu saya ingat

 


 

 


Gerbang Logika

  Mengenal Gerbang Logika Bersama-Sama Haloo, teman-teman semuanya, ada yang tau ga apa itu gerbang logika?. Bagi yang belum tau sini sini m...