maria.jurney

  • https://chajoviees.blogspot.com/

Selasa, 25 November 2025

Saint Mary's Way

 Singing In The Joy Of Service

On this occasion, I want to share an extraordinary experience I had a few months ago, which was the Saint Mary’s Way activity. This activity is an annual program organized by our school, SMP Santa Maria Bandung. In this event, I had the opportunity to contribute as a member of the choir at the Catholic Church. I didn’t carry out this task alone, but together with eight other friends who were also part of the school choir. Together, we carried out our service to God and the school with enthusiasm, cooperation, and sincere hearts.

‎This choir activity took place on September 28, 2025, and October 5, 2025. On those two dates, my friends and I served at two different churches, namely Kemuning Church and Melania Church. We were assigned to assist the school choir in providing liturgical services and support the Mass by singing praise songs. In addition to serving with joy, this activity also became one of the requirements to complete the Saint Mary’s Way program, which we had to undergo as part of our school learning assignments.

‎At that time, the Mass was led by Pastor Hadi. Before the Mass began, at 6:30 AM we had already arrived at the church and started practicing singing in the Kemuning Church hall. The practice continued until around 7:15 AM. While walking towards the church hall, I saw so many people who had already arrived. The sight made me feel a little scared and nervous thinking about the many eyes that would watch our performance. However, I tried to calm myself and reassure my heart that everything would go smoothly.

‎When the mass began, we started singing the opening song titled “Brother, All of Mary.” The atmosphere in the church felt solemn and calm. After that, we continued by singing the mass ordinary songs. During the offering, we sang the song “Accept It in Your Heart.” Then, the mass concluded with the closing song titled “What You Have Done for My Brother.” While singing, the nervousness that had appeared gradually disappeared. I heard melodious voices from my friends that made the atmosphere beautiful and peaceful. Hearing the harmony of those voices made me feel calmer and confident that I could carry out this task well.

‎After finishing our duties at Kemuning Church and Melania Church, my friends and I continued with our next task, which was making a presentation using Canva. This presentation contained our experiences while participating in the Saint Mary’s Way activities, from preparation, practice, the implementation process, to our impressions and messages. What made this activity even more interesting was that we had to present the Canva to the parents who attended the Saint Mary’s Way event. Honestly, this part became one of the biggest challenges for me. I felt scared speaking in front of a crowd, especially having to explain our experiences clearly and confidently. Nervousness crept in again, but I tried to stay calm and do my best.

‎Although I was initially scared, in the end, I am grateful because I was able to go through the entire process well. Participating in the Saint Mary’s Way activities taught me many important lessons. I felt very happy and proud to be able to participate in the choir of the Holy Cross Church Kemuning and Melania Church. It truly felt joyful to sing together with friends to praise God and to serve with a sincere heart. Every rehearsal, every song we sang, and every moment of togetherness made me feel closer to God. Moreover, this activity also strengthened the bond between me and my friends. We learned to support each other, encourage each other, and work together to give our best.

‎The Saint Mary’s Way activity was a valuable experience full of joy and meaning. I feel very blessed to have been given the opportunity to serve while also learning new things. I am confident that this experience will always be remembered as one of the memorable moments in my life. Through this activity, I learned that service is not just about singing, but about giving your best from the heart, sharing happiness, and strengthening the values of togetherness, humility, and voluntarism. I hope that one day I can participate in activities like this again and continue to serve with love and sincerity.


Senin, 24 November 2025

Saint Mary's Way

 Ketika Suara Menjadi Doa

 Pada pagi hari itu alaram yang ku pasang mulai berbunyi nyaring memasuki telinga ku. Aku berusaha bangun dengan mata yang masih berat, di luar langit masih samar samar, udara terasa sangat dingin membuat enggan bangun dari tempat tidur ku. Aku bertanya pada diriku sendiri "apakah aku bisa melayani Tuhan dengan baik hariini?". Aku merasa ragu-ragu namun aku teringat sebuah kutipan yang selalu menguatkanku: ‘When you sing, you pray twice.’ Kutipan itu membuat ku teringat kembali bahwa setiap nada yang ku keluar itu bukan sekedar suara saja tetapi doa yang ku persembahkan untuk Tuhan.  

SEE 

  Seteleh bersiap aku pergi menggunakan mobil bersama keluarga ku. Setibanya di Gereja aku melangkahkan masuk kedalam gereja yang masih di penuhi aroma kayu lembab dan cahaya matahari yang masuk melalui jendela kaca Gereja. Suasana di tempat itu begitu tenang, saat aku berjalan menuju tangga tempat aku melayani Tuhan, aku melihat para anggota lain sedang mempersiapkan diri, ada yang sedang memeriksa partitur, dan ada beberapa yang sedang berlatih mengambil nada, ada juga yang sedang berdoa sambil melipatkan tanggan di atas dada. Di tengah keheningan itu aku merasa sebuah perasaan takut dan binggung, seolah suara yang akan kita nyanyikan akan bergema di hati ku, menunggu untuk dihidupkan bersama. Di langit-langit gereja, pantulan cahaya menciptakan kilau lembut, seakan menegaskan bahwa pelayanan ini bukan sekadar menyanyi, melainkan doa yang menghadirkan sesuatu yang suci bagi seluruh umat. 

JUDGE 

‎Dalam suatu suasana tenang itu, aku teringat teladan Bunda Maria sosok yang selalu menghadirkan kesetiaan, ketulusan, dan kerendahan hati dalam setiap jalan langkahnya. Dari pelayanan koor ini aku belajar banyak bahwa saat kita melayani Tuhan bukan hanya perkara teknik kita bernyanyi,bagus kah suara kita?, namun pelayanan ini mengajarkan kita untuk memberikan diri secara total, sebagai mana Bunda Maria memberikan hatinya secara total hatinya untuk menjalankan kehendah Allah. Ketika kami menyatukan suara kami di dalam suatu harmoni, aku menyadari bahwa pelayanan yang aku jalani ini memiliki nilai kesabaran, pengendalian diri, dan pengorbanan yang sering kali tidak terlihat oleh orang lain. Saat selesai melayani Tuhan dengan suara ku aku merasa kerinduan untuk kembali melayani Tuhan dengan suara ku.

ACT 

‎Dari pengalaman aku saat bertugas koor di gereja, aku ingin meneguhkan sebuah komitmen pribadi untuk diriku sendiri: bahwa setiap kali aku melayani tugas dalam koor sekolah, aku akan menghadirkan seluruh hatiku, bukan hanya suaraku saja. aku berjanji untuk terus melayani Tuhan dengan sepenuh hati dengan cara terus mengembangkan diri dengan terus berlatih dengan rajin dan sepenuh hati, dan melayani Tuhan dengan rendah hati. Agar setiap suara yang aku keluar dari mulut kecil ku akan menjadi doa yang baik bagi kehidupan ku dan kehidupan umat-umat ke depannya. Aku juga ingin lebih peka terhadap sesama anggota-anggota koor, menciptakan suasana yang saling mendukung satu sama lain, karena harmoni tidak hanya lahir dari suara yang kita keluarkan dari mulut kita, tetapi juga dari hati yang bersatu padu dalam sebuah kehangatan. Dengan meneladani kelembutan dan keberanian Bunda Maria, aku ingin lebih melangkah dengan keyakinan penuh bahwa pelayanan kecil ku ini dapat menjadi saluran kasih Tuhan, sekecil apa pun bentuknya itu.

‎Pada akhirnya, perjalanan dalam pelayanan koor selalu membawa aku kembali pada satu kesadaran sederhana bahwa setiap langkah kecil yang kuambil menuju altar, setiap nada yang kuhembuskan bersama teman-teman sepelayanan, dan setiap getaran suara yang memenuhi ruang gereja, adalah bagian dari kisah yang jauh lebih besar daripada diriku sendiri. Dalam denting harmoni yang tercipta, aku belajar bahwa melayani bukanlah tentang kesempurnaan suara atau keberanian tampil di depan jemaat, melainkan tentang hati yang tulus dan bersedia dibentuk oleh kasih Tuhan, setulus apa pun bentuknya.

‎Ada kalanya aku merasa tidak cukup baik, tidak cukup kuat, atau tidak cukup yakin untuk berdiri di sana dan bernyanyi bersama teman-temanku. Namun, justru di situlah aku merasakan bahwa Tuhan selalu hadir dalam diam, lembut, tetapi menguatkan diri ku yang penuh keraguan ini. Ia menyentuh hati kecil ku melalui senyum kecil teman-teman koor ku, melalui alunan piano yang membuka latihan, atau melalui bisikan doa di tengah keheningan sebelum misa dimulai. Setiap detail itu seperti undangan untuk tetap setia, untuk tetap hadir, dan untuk mempersembahkan diriku apa adanya.

‎Dan ketika aku mencoba meneladani Bunda Maria dengan kesederhanaannya, kerelaannya, dan keberaniannya untuk menjawab panggilan Tuhan. dari situ aku menyadari bahwa pelayanan ini juga adalah bentuk kecil yang kita lakukan. ‎Maka, dengan segala keterbatasanku, aku ingin tetap berjalan di jalan ini. Sebab pada akhirnya, melayani berarti mempersembahkan diri apa adanya, seutuhnya kepada Dia yang lebih dulu mengasihi. Dan biarlah setiap nada yang kupersembahkan menjadi bisikan syukur, tanda kecil bahwa aku ingin selalu berada dalam rencana-Nya yang besar.

Rabu, 19 November 2025

 Saint Mary's Way

 Selamat pagi/siang/malam teman teman. Pada kesempatan kali ini aku akan menceritakan kegiatan yang aku lakukan beberapa bulan yang lalu. Kegiatan ini bernama Saint Mary's Way, kegiatan ini adalah kegiatan yang di selenggarakan oleh sekolah SMP Santa Maria Bandung. Di kegitan ini saya berkontribusi dalam melakuakn tuga koor atau yang biasa di sebut paduan suara di Gereja Katoloik. Dalam kegiatan Saint Mary's Way ini bukan hanya aku yang bertugas Koor tapi ada 8 lainnya yaitu teman teman ku.

Pada tanggal 28 september  2025 dan 5 oktober 2025, aku dan teman-teman ku melalukan tugas koor di gereja kemuning dan di gereja melania. Kami melakukan tugas koor di gerja untuk membantu koor sekolah SMP Santa Maria dan melakukan pelayanan kepada Tuhan dengan menyanyika lagu-lagu pujian di Greja Kemuning dengan tulus dan bisa membangun nilai-nilai lebersamaan, sukarelaan dan rendah hati. Selain itu kami juga memiliki tujuan khusus yaitu untuk menyelesaikan tugas Saint Mary's Way.

Saat kami bertugas Misa tersebut di pim[in oleh pastor Hadi. Sebelum memulai misa pada jam 06.30 kami berlatih bernyanyi di aula gereja kemuning  sampai 07.15. Saat kami berjalan ke sana saya melihat banyak sekali orang yang membuat sedikit takut dan gugup, namun aku berusaha menenangkan diri dan akhirnya bersiap-siap. Setelah itu kami mulai bernyayi dari lagu pembuka yang berjudul "Saudara, Maria Semua" lalu di lanjut dengan lagu ordinatarium dan lagu persembahanya yang berjudul " Terimalah Dihatimu", lalu di akhiri dengan lagu penutup yang berjudul "Yang Kau Perbuat Bagi Soudara ku. Saat kami menyanikan lagu lagu tersebut aku mendengar suara suara merdu, yang membuat rasa takutku yang tadi datang, bisa hilang dari pikiran ku dan aku menjadi tenang saat bernyanyi.

Setelah kami bertugas koor di gerja Kemuning dan Gereja Melania Saya dan teman teman saya membuat canva yang berisikan pengalam kami dan hal hal yang akan kami presentasikan. Tapi ada salah satu hal yanfg menarik dalam kegiatan Saint Mary's Way ini, kami di suruh untuk mempresentasikan canva yang sudah saya dan temen-teman saya bikin. Namun kami mempresentasikannya di depan para orang tua kami yang hadir dan datang dalam acara Saint Mary's Way. Bagiku ini sebuah tantangan yang cukup menakutkan, karna aku takut salah saat berbicara. 

Pengalam saya dalam melakukan kegiatan Saint Mary's Way ini saya sangat senang dan bersyukur bisa berpartisifasi dalam koor Gereja  di Salib Suci  Kemuning. Rasanya begitu bahagia bisa bernyanyi bersama teman-teman untuk memuji Tuhan dan Melayani dengan hati yang tulus. Setiap latihan dan pelayanan membuat saya merasa lebih dekat dengan Tuhan serta menambah kekompakan dan kebersamaa kami. Kagiatan ini menjadi pengalam berharga yang penuh sukacita dan akan selalu saya ingat

 


 

 


 Persiapan Ku Dihari Ulangan


 
Menjelang haru ulangan membuatku sanggat takut dan gugup, karena ualagn berfungsi sebagai tes yang menentukan sejauhmana kita memahami materi yang diberikan. Tes ini membuatku sanggat gugup dan takut dalam menjalaninya, karena jik aku salah 1 saja bisa banyak point yang berkurang membuat nilai ku semakin menurun. Karena itu aku terus berusaha semaksimal munggkin umtuk mempersiapkan ulangan ku, agar bisa mendaptkan hasil yang maksimal, dan nilai yang memuaskan bagi ku.

Dalam mempersiapkan ulangan ku, aku memulainya 1 hari sebelum ulangan untuk belajar. Biasanya dengan cara menghafal, membaca, menulis, serta mencoba latihan soal yang ada di internet. terkadang aku meminta bantuan AI ytaitu Chat GPT untuk membatuku dalam membuat latihan-latihan soal untukku. Chat GPT sanggat membantu ku dalam persiapan ulangan ku.

Minggu besok akan ada ulangan harian, yaitu ulangan harian INF atau infomatika, Sebenarnya aku takut untuk ulangan INF ini karena materi nya lumayan susah bagiku. Di materiini terdapat banyak hitunggan dan hafalan, apalagi aku orangnya susah dalam hal menghafal dan kadang suka keliru dalam menghitung. Ini membuat aku semakin sulit dalam belajar, namun hal ini tidak menurunkan niat ku untuk belajar.

 Aku memulai belajar sekitar pukul setengah enam sore, namun aku ada cara dan tips aku agar tidak mengantuk dalam beajar untuk ulangan yaitu aku akan mandi dan makan, jika kita mandi badan kita akan segar dan kita tidak akan mengantuk, jika makan maka kita lebih fokus karena perut sudah terisi oleh makanan. Nah kalo semua itu sudah aku lakukan aku akan memulai belajar, mula mula aku akan membaca-baca tentang materinya. Lalu aku memikirkan strategi apa yang  harus aku lakukan agar cepat masuk ke otak. Caranya dengan berjalan jalan, Yaa benar aku baru bisa fokus menghafal jika sambil berjalan jalan.

 Selain itu aku juga biasanya sambil latihan soal karena banyak menghitungnya, maka dari itu aku biasanya mencarii beberapa soal di internet atau di chat gpt. Karna chat gpt akan sanggat berfungsi jiika kita menggunakan aplikasi tersebut dengan bijak dan melakukan segala hal yang positif. Nah itu aja sih pengalaman aku ketika aku mempersiapkan ulangan dengan usaha ku sendiri. Semoga tips and trick nya berguna bagi kalian semua.

2025

 Evaluasiku Tahun 2025 menjadi tahun yang penuh berbagai macam pengalaman yang baru bagi saya, Selama 1 tahun ini aku melewati banyak hal mu...